Selasa, 15 April 2014

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA Ali, Mohammad. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. Aqib, Zainal. 2013. Model – Model, Media dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif).Bandung: YRAMA WYDIA Arikunto, Siharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Rineka Cipta Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Em Zul Fajri dan Ratu Aprilia Senja. (2004). Kamus lengkap bahasa Indonesia.Jakarta: Difa Publiser. Hamalik, Oemar. 2005. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Akasara. Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset. Muslich, Masnur. 2009. Melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) itu Mudah. Jakarta : Bumi Aksara Nana Sudjana. 2004. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Wiriaatmadja, Rochiati. (2005). Metode penelitian tindakan kelas.Bandung: Rosdakarya. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Sunardi, Sutarto. dkk. 2008. BSE IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tu’u Tulus. 2004. Peran Disiplin Para Pelaku dan Prestasi Siswa. PT Gramedia Widiasarana. Jakarta. Wijayanti, Unin. 2010. Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Tentang Lapisan Bumi Melalui Media Visual Dalam Pembelajaran IPA Siswa Kelas V SD Negeri 2 Sidomulyo Tahun Pelajaran 2009 / 2010. Skripsi Tidak diterbitkan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Yudhistira, Dadang. 2012. Menulis Penelitian Tindakan Kelas (APIK) Asli, Perlu, Ilmiah, Konsisten. Jakarta: Grasindo Herdian. 2009. “Model Pembelajaran Picture and picture”. (On-line). Tersedia: http://herdy07.wordpress.com. (20 November 2013)

bab ii

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. KAJIAN TEORI 1. Model Pembelajaran Picture and Picture a) Model Pembelajaran Model pembelajaran memberikan resep yang menentukan ketika suatu metode akan digunakan. Model pembelajaran ini memberikan gambaran kepada guru dan pengembang pembelajaran dengan resep yang secara optimal mengkombinasikan komponen pembelajaran pada situasi yang berbeda, sehingga membuat pembelajaran efektif, efisien dan menarik. Menurut Elaine B. Johnson (dalam Rusman. 2012: 187) pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang merangsang otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari sisw€a. Berdasrkan pernyataan tersebut pembelajaran kontekstual ini untuk merangsang siswa aktif dalam memompa kemampuan diri karena siswa berusaha untuk memahami konsep materi yang diterimanya dengan dunia nyata. Dalam kegiatan pembelajaran diperlukan strategi yang mencakup rangkaian tindakan yang efektif, terencana dan terarah agar mencapai sasaran yang tepat serta sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.Strategi pembelajaran sangat penting untuk dikuasai oleh guru ketika merancang kegiatan pembelajaran, melaksanakan, menerapkan sehingga terwujud langkah langkah kongkrit dari suatu pembelajaran.. Berawal dari pandangan bahwa siswa adalah subyek dan komponen sehingga strategi pembelajaran haruslah berorientasi pada siswa.Hal ini mengisyaratkan bahwa strategi belajar siswa aktif perlu dipilih sebagai model pembelajaran.Dalam hal ini guru harus mampu menumbuhkan aktivitas siswa untuk melaksanakan pembelajaran yang mandiri, penuh motivasi dan bertanggung jawab sehingga mencapai hasil yang maksimal.Agar penerapan strategi siswa aktif dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan secara tepat hendaknya guru dapat menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan arah dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. b) Ruang Lingkup Model Pembelajaran Picture and Picture Model pembelajaran Picture and Picture merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media yang dapat diperoleh dari sumber buku, majalah, internet dan foto sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar. c) Langkah-langkah Model Pembelajaran Picture and Picture Adapun langkah-langkah dari pelaksanaan Picture and Pictureini menurut Zainal Aqip (2013: 18) terdapat tujuh langkah yaitu: (1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan apa yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya.Disamping itu guru juga harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian KD, sehingga sampai dimana KKM yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh peserta didik. (2) Menyajikan materi sebagai pengantar Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai dari sini. Karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa yang selama ini belum siap. Dengan motivasi dan teknik yang baik dalam pemberian materi akan menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari. (3) Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Dalam proses penyajian materi, guru mengajak siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh temannya. Dengan gambar kita akan menghemat energi kita dan siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Dalam perkembangan selanjutnya sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar dengan video atau demontrasi yang kegiatan tertentu. (4) Guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian untuk memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Di langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi, karena penunjukan secara langsung kadang kurang efektif dan siswa merasa terhukum. Salah satu cara adalah dengan undian, sehingga siswa merasa memang harus menjalankan tugas yang harus diberikan. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutkan, dibuat, atau di modifikasi. (5) Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran dari urutan gambar tersebut. Siswa dilatih untuk mengemukan alasan pemikiran atau pendapat tentang urutan gambar tersebut.Dalam langkah ini peran guru sangatlah penting sebagai fasilitator dan motivator agar siswa berani mengemukakan pendapatnya. (6) Dari alasan/urutan gambar tersebut, guru mulai menanamkan konsep atau materi, sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Dalam proses ini guru harus memberikan penekanan-penekanan pada hal ingin dicapai dengan meminta siswa lain untuk mengulangi, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian KD dan indikator yang telah ditetapkan. Pastikan bahwa siswa telah menguasai indikator yang telah ditetapkan. (7) Siswa diajak untuk menyimpulkan/merangkum materi yang baru saja diterimanya. Kesimpulan dan rangkuman dilakukan bersama dengan siswa. Guru membantu dalam proses pembuatan kesimpulan dan rangkuman. Apabila siswa belum mengerti hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pengamatan gambar tersebut guru memberikan penguatan kembali tentang gambar tersebut. d) Kelebihan dan Kelemahan Model pembelajaran Picture and Picture Dalam setiap model pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangannya, kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Picture and Picture adalah: 1) Kelebihan model pembelajaran Picture and Picture: Adapun kelebihan dari model pembelajaran Picture and Picture adalah sebagai berikut;a) materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu, b) siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari, c) dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada, d) dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurutkan gambar,e) pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru. 2) Kelemahan model pembelajaran Picture and Picture Adapun kelemahan dari model pembelajaran Picture and Picture adalah sebagai berikut;a)Sulit menemukan gambar-gambar yang bagus dan berkulitas serta sesuai dengan materi pelajaran, b) Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan daya nalar atau kompetensi siswa yang dimiliki, c) Baik guru ataupun siswa kurang terbiasa dalam menggunakan gambar sebagai bahan utama dalam membahas suatu materi pelajaran, d) Tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan. 2. Pemahaman Siswa Pemahaman berasal dari kata paham yang artinya (1) pengertian; pengetahuan yang banyak, (2) pendapat, pikiran, (3) aliran; pandangan, (4) mengerti benar (akan); tahu benar (akan); (5) pandai dan mengerti benar. Dapat diartikan bahwa pemahaman adalah suatu proses, cara memahami, cara mempelajari baik-baik supaya paham dan pengetahuan banyak. Menurut Poesprodjo (dalam Wijayanti. 2010: 18) bahwa pemahaman bukan kegiatan berpikir semata, melainkan pemindahan letak dari dalam berdiri disituasi atau dunia orang lain. Mengalami kembali situasi yang dijumpai pribadi lain didalam erlebnis (sumber pengetahuan tentang hidup, kegiatan melakukan pengalaman pikiran), pengalaman yang terhayati. Pemahaman merupakan suatu kegiatan berpikir secara diam-diam, menemukan dirinya dalam orang lain. Berdasarkan pengertian diatas jelas bahwa pemahaman bukan hanya terletak pada satu sisi yakni berpikir semata akan tetapi pengalaman-pengalaman yang diihat baik dari diri sendiri maupun pengalaman orang lain yang dapat merubah kepribadian untuk mengetahui lebih jauh tentang kepribadiannya. Pemahaman merupakan tipe belajar yang lebih tinggi dibandingkan tipe belajar pengetahuan (Nana Sudjana, 2004: 24) menyatakan bahwa pemahaman dapat dibedakan kedalam 3 kategori, yaitu : (1) tingkat terendah adalah pemahaman terjemahan, mulai dari menerjemahkan dalam arti yang sebenarnya, mengartikan dan menerapkan prinsip-prinsip, (2) tingkat kedua adalah pemahaman penafsiran yaitu menghubungkan bagian-bagian terendah dengan yang diketahui berikutnya atau menghubungkan beberapa bagian grafik dengan kejadian, membedakan yang pokok dengan yang tidak pokok dan (3) tingkat ketiga merupakan tingkat pemaknaan ektrapolasi. Menurut Arikunto (dalam Wijayanti. 2010: 19) pemahaman (comprehension) siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. Berdasarkan pernyataan diatas bahwa setelah siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka mengharuskan adanya bukti untuk menghubungi yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. Menurut Machener (dalam Wijayanti. 2010 : 18) untuk memahami suatu objek secara mendalam, seseorang harus mengetahui: 1)obyek itu sendiri, 2) relasinya dengan objek lain yang sejenis, 3) relasinya denganobyek lain yang tidak sejenis, 4) relasi dual dengan obyek lain yang sejenis, 5) relasi dengan objek dalam teori lainnya. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman adalah kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari sehingga seseorang atau siswa mampu melihat di balik yang tertulis, dapat membuat estimasi, prediksi berdasarkan pada pengertian serta kemampuan membuat kesimpulan yang berhubungan dengan implikasi dan konsekuensinya. Pemahaman yang baik harus disertai pengertian terhadap ekspresi yang dihadapi. Memahami berarti mengerti benar tentang sesuatu yang dipelajari dengan baik, sehingga siswa dituntut untuk memahami atau mengerti apa yang diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan dan dapat memanfaatkan isinya tanpa keharusan menghubungkan dengan hal-hal yang lain. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau siswa dapat mengerjakan semua tugas-tugas.Pemahaman dalam pembelajaran IPS khususnya pada materi Lingkungan hidup termasuk ke dalam pemahaman ekstrapolasi (extrapolation) karena dengan dipahaminya konsep lingkungan hidup, siswa memiliki kemampuan untuk meramalkan kecenderungan yang ada menurut data tertentu dengan mengutarakan konsekwensi dan implikasi yang sejalan dengan kondisi yang digambarkan. 3. Hasil Belajar Siswa Menurut Dimyati dan Mujiono (2006:3).Hasil belajar siswa adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.Sedangkan menurut Hamalik (2005: 135).Hasil belajar merupakan pernyataan kemampuan siswa yang diharapkan dalam menguasai sebagian atau seluruh kompetensi yang dimaksud. Menurut Tu’u (2004: 28) “hasil belajar adalah prestasi yang ingin dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah”. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar mengajar berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Menurut Muhammad Ali (1987:113) Hasil belajar siswa dapat diketahui dari pengukuran. Hasil belajar tersebut dapat diukur dengan mengadakan penilaian yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan tes. Hasil belajar pada bidang geografi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hanya menyangkut ranah kognitif yang meliputi pengetahuan, pemahaman dan aplikasi.Tes yang digunakan adalah tes formatif yakni tes yang dilaksanakan setiap kali selesai pembelajaran dilaksanakan. Hasil belajar antar siswa satu dengan yang lainnya tidak sama,perbedaan ini dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan hasil belajar meliputi faktor internal dan faktor eksternal (Slameto, 2003: 42). a) Faktor internal Faktor internal adalah faktor yang terdapat pada diri organisme itu sendiri atau disebut faktor individual, yang meliputi:Faktor kematangan atau pertumbuhanMerupakan pertumbuhan mental anak dalam penerimaan pembelajaran. (1) Faktor kecerdasan atau intelegensi Disamping kematangan dapat tidaknya seseorang mempelajari sesuatu dengan berhasil baik ditentukan atau dipengaruhi pula oleh taraf kecerdasannya.Kenyataan bahwa meskipun anak yang berumur 14 tahun keatas pada umumnya telah matang untuk belajar ilmu pasti, tetapi tidak semua anak tersebut pandai dalam ilmu pasti.Demikian pula halnya dalam mempelajari mata pelajaran dan kecakapan-kecakapan lainnya. (2) Faktor latihan dan ulangan Dengan banyaknya berlatih dan mengulang sesuatu, maka kecakapan dan pengetahuan yang dimilikinya dapat makin dikuasai dan makin mendalam. (3) Faktor motivasi Seseorang itu akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya ada keinginan untuk belajar.keinginan atau dorongan untuk belajar disebut motivasi. Dalam hal motivasi meliputi dua hal, yaitu mengetahui apa yang akan dipelajari dan memahami mengapa hal tersebut dipelajari. (4) Faktor sifat pribadi seseorang Faktor sifat pribadi seseorang turut pula memegang peranan dalam menentukkan keberhasilan belajar. Setiap orang memiliki sifat-sifat kepribadian yang berbeda-beda, misalnya sikaf tekun dalam segala usaha, keras hati dan kondisi badan. b) Faktor eksternal Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu atau disebut dengan faktor sosial, hal ini meliputi: (1) Faktor keluarga Suasana dan keadaan keluarga yang bermacam-macam turut menentukan keberhasilan belajar, misalnya ada keluarga yang selalu diliputi oleh suasana tentram dan damai atau ada yang sebaliknya. (2) Guru dan cara mengajar Faktor guru dan cara mengajar menentukan keberhasilan mengajar, misalnya kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru. Dalam penelitian ini model pembelajaran yang akan diterapkan adalah model pembelajaran Picture and Picture (3) Alat-alat pelajaran Tersedianya alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan untuk belajar ditambah dengan cara mengajar yang baik dari guru akan mempermudah dan mempercepat belajar siswa. (4) Lingkungan dan kesempatan Seorang anak dari keluarga yang baik, memiliki intelegensi yang baik, bersekolah di sekolah yang guru-gurunya dan alat-alatnya baik belum tentu dapat belajar dengan baik. Demikian juga pengaruh lingkungan yang buruk dan negatif serta faktor-faktor lain diluar kemampuannya akan mempengaruhi hasil belajarnya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar dalam bidang studi geografi ialah hasil yang telah dicapai siswa melalui sebuah kegiatan belajar geografi.Kegiatan belajar dapat dilakukan secara individu ataupun kelompok.Namun demikian hasil belajar itu tidak terfokus dengan nilai saja melainkan juga pada perubahan tingka laku yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai dari pembelajaran yang ditetapkannya. 4. Materi Lingkungan Hidup a) Pengertian Lingkungan Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung.Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik.Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar. b) Lingkungan Hidup Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) Unsur Hayati (Biotik) Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik.. (2) Unsur Sosial Budaya Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. (3) Unsur Fisik (Abiotik) Unsur fisik (abiotik), yaitu unsurlingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara,iklim, dan lain-lain.Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. c) Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Dan Faktor Penyebabnya Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia. 1) Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain meliputi hal-hal berikut ini: (a) Letusan gunung api Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, material material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis. Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik. Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap belerang yang keluar dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena dapat meningkatkan kadar asam air dan tanah. Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya manusia dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu vulkanis yang menempel di dedaunan tidak dapat hilang dengan sendirinya. Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga lambat laun akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat kembali normal. Lama tidaknya waktu untuk kembali ke kondisi normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Akan tetapi, setelah kembali ke kondisinormal, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur karena mengalami proses peremajaan tanah. (b) Gempa bumi Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan sebagainya. Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. (c) Banjir Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai. Selain itu, banjir dapat juga disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir adalah Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akibat meluapnya DAS Bengawan Solo. (d)Tanah Longsor Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karena proses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang memiliki topografi agak miring atau berlereng curam. Sebagai contoh, peristiwa tanah longsor pernah melanda daerah Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007 (e) Badai/Angin Topan Angin topan terjadi karena perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga menyebabkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa belahan dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin. Bencana alam ini pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan, memorakporandakan berbagai bangunan, sarana infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. (f) Kemarau Panjang Bencana alam ini merupakan kebalikan dari bencana banjir.Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai kerugian, seperti mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk. 2) Kerusakan lingkungan hidup karena aktivitas manusia Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini: (a) Kerusakan hutan Hutan merupakan bagian sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Akan tetapi karena hutan dibutuhkan manusia dan mudah didaya gunakan, hutan justru telah banyak mengalami kerusakan akibat ulah manusia.Kerusakan hutan dapat menimbulkan hal-hal berikut: (1) Punahnya berbagai jenis hewandan tumbuhansehingga menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati, (2) Terjadinya perubahan iklimkarena pengaruh klimatologis seperti hujan, suhu dan sinar matahari menjadi tidak lagi berfungsi, (3) Terjadinya kekeringan pada musim kemarau dan akan terjadi banjir pada musim hujan, (4) Terjadi lahan kritis dimana tanah menjadi tidak subursehingga tanaman menjadi tumbuh dengan tidak baik. (b) Pencemaran lingkungan Pencemaran lingkungan adalah masuknya limbah hasil kegiatan manusia kedalam suatu wilayah tersebut menjadi berubah tidak sesuai lagi dengan peruntukannya.Pencemaran lingkungan dapat berupa pencemaran air, tanah, udara, dan suara. c) Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup (a) Upaya pelestarian hutan Usaha yang dilakukan di bidang kehutanan adalah: (1) melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasa-kawasan yang hutannya telah gundul, (2) penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari, (3) memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar dan memberikan hukuman yang berat kepada pelanggar, (4) memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari, (5) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang perlindungan dan pemeliharaan hutan serta menegakkannya secara konsisten. (b) Upaya pelestarian tanah dan sumber daya air Usaha yang dilakukan dalam pelestarian tanah antara lain melalui tata guna lahan, penggunaan pupuk, dan pembuatan terasering. Sedangkan usaha pelestarian sumber daya air dilakukan dengan cara pencegahan pencemaran, pengamanan pintu-pintu air, pengurangan perusakan air, penyediaan resapan air dan pengusahaan agar air tidak boros. (c) Upaya pelestarian sumber daya udara Pencegahan dilakukan terhadap pabrik-pabrik dengan melakukan penyaringan terhadap pembuangan gas. Selain itu penanaman pohon-pohon pembatas jalan raya dan hutankota sebagai paru-paru kota. (d) Upaya pelestarian keanekaragaman hayati Selain mengupayakan pelestarian hutan, juga melestarikan beberapa varietas asli tanaman, misalnya pelestarian terhadap padi jenis cianjur, rojolele, solok dan sebagainya. Selain itu pencanangan bunga melati sebagai puspa nasional dan komodo sebagai satwa nasional merupakan usaha untuk melestarikan tanaman dan heawan asli indonesia. 5. Penerapan Model Pembelajaran Picture and PicturePada Materi Lingkungan Hidup Perencanaan tpenerapan model pembelajaran Picture and Picture pada materi lingkungan hidup dimulai dengan mengumpulkan atau membuat gambar-gambar yang berkaitan dengan materi lingkungan hidup dan unsur-unsur yang berkaitan dalam materi tersebut diharapkan akan digunakan dalam suatu tampilan. Dalam memilih dan memproduksi unsur-unsur gambar tersebut, didasarkan pada model pembelajaran Picture and Picture yaitu: suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Dalam pembelajaran IPS – Terpadu kelas VIII di SMPN 23 Malang, terdapat pokok bahasan lingkungan hidup. Lingkungan hidup sulit dipelajari hanya dengan menggunakan media bacaan karena Lingkungan hidup tidak dapat dipahami dengan teori saja, tanpa melihat langsung pada media tertentu khusunya media gambar. Dengan penggunaan model pembelajaran Picture and Picture, siswa dapat memahami bagaimana lingkungan hidup yang rusak untuk dilestarikan tanpa terjun langssung ke lapangan. Selain itu konsep yang abstrak dapat dikonkritkan dengan model pembelajaran Picture and Picture yang tentunya lebih menarik minat peserta didik mengikuti pelajaran sekaligus untuk mendalaminya. Dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture dapat dipelajari dengan mudah oleh peserta didik tentang konsep pelestraian lingkungan hidup. Model pembelajaran Picture and Picture menyajikan ingatan kepada siswa yang berusaha memperoleh pemahaman tentang konsep lingkungan hidup yang benar. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and Picture diharapkan dapat membantu siswa dalam pemahaman konsep pada materi lingkungan hidup, karena penerpan model pembelajaran Picture and Picture sangat sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa. Selain itu penerapan model pembelajaran Picture and Picturejuga sesuai dengan karakteristik materi lingkungan hidup yaitu bagaimana yang dimaksudkan dengan unsur abiotik dan biotik, kerusakan lingkungan, dan upaya pelestariannya dengan menggunakan prosedur yang benar dan dijelaskan dengan penalaran yang sahih sehingga menghasilkan kesimpulan yang benar. B. Kajian Relevan Kajian pustaka merupakan penulusuran pustaka hasil penelitian atau yang dijadikan penulis sebagai rujukan atau perbandingan terhadap penelitian yang penulis laksanakan. Adapun kajian pustaka tersebut diantaranya : 1. Skripsi yang disusun oleh Luluk Karisma Setya Utami (NIM : 4401403057) pada tahun 2008, Mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNNES, dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture untuk meningkatkan kreatifitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA pada Konsep Pernafasan di SMAN I Guntur Demak”. Di dalamnya berisi tentang hasil penelitian yang menyebutkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran Picture and Picture di SMAN I Guntur Demak, secara umum bisa dikatakan baik. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya hasil analisis data yang menunjukkan bahwa metol pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas siswa pada setiap aspek yang diamati yakni kelas eksperimen 80,66%, sedangkan kelas kontrol 76,12 %. 2. Skripsi yang disusun oleh Warsiyah (NIM : 4401404049) pada tahun 2008, Mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNNES, dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Picture and Picture Untuk Meningkatkan Hasil belajar Konsep Saling Ketergantungan di Kelas VII B SMPN 5 Magelang”. Model pembelajaran ini dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari siklus I sampai siklus III hasil belajarnya semakin meningkat yaitu : pada siklus I nilai rata-rata sebesar 74 pada siklus II meningkat menjadi 76, dan pada siklus III meningkat sebesar 82, begitu juga dengan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap akhir siklus yaitu pada siklus I 78%, siklus II 84% dan siklus III 92%. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, sebagai bahan perbandingan yang sudah teruji kesahihannya. Dengan materi yang berbeda maka penulis mengambil judul penelitian “Penerapan Model Pembelajaran Picture And Pictureuntuk Meningkatan Pemahaman dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A pada Materi Lingkungan Hidup di SMP Negeri 23 Malang” maksudnya yaitu bagaimana penggunaan madel pembelajaran Picture And Picture di SMP Negeri tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didiknya. Dimana penelitian yang penulis ambil belum pernah diteliti oleh beberapa peneliti diatas. C. Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah diatas, dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti mengajukan hipotesis atau tindakan sebagai berikut: Dengan menggunakan model pembelajaran “ Picture and Picture” dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup di SMPN 23 Malang!

bab i

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kunci utama dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan di masa yang akan datang. Pendidikan merupakan media yang sangat berpengaruh untuk memperbaiki kondisi sekarang maupun di masa yang akan datang. Di samping itu pendidikan merupakan masalah yang amat kompleks dan teramat penting, karena menyangkut macam-macam sektor kehidupan, bagi pemerintah dan rakyat. Oleh karena itu diperlukan pemecahan permasalahannya secara terpadu. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik. Peranan tersebut diharapkan dapat menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas di bidang ilmu pengetahuan. Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kegiatan proses pembelajaran. Kegiatan proses pembelajaran akan berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Sasaran utama dari proses pembelajaran terletak pada proses belajar peserta didik. Mengingat pembelajaran adalah suatu usaha untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi belajar siswa. Berbagai komponen pendidikan yang ada di sekolah harus berlangsung secara optimal. Bagian yang menjadi komponen pendidikan meliputi: peserta didik, lingkungan pendidikan, alat pendidikan, metode pendidikan dan isi pendidikan semuanya harus diarahkan kepada satu visi yaitu tujuan pendidikan. Pembelajaran yang ideal merupakan konteks interaksi yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar (learning experience) dalam rangka menumbuhkembangkan potensinya, mental intelektual, emosional, fisik yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Proses ini menunjukkan adanya peristiwa yang memungkinkan terjadinya aktivitas siswa dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai dan guru perlu membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, memahami nilai - nilai dan sarana mengeksplorasi kemampuannya. Dalam proses pembelajaran peran guru sebagai pengelola yang bertanggung jawab merencanakan program pembelajaran berdasarkan pedoman yang berlaku, menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa, melaksanakan kegiatan pembelajaran sekaligus mengorganisasikan sumber-sumber belajar yang memungkinkan tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Namun demikian untuk mencapai keberhasilan pembelajaran tidaklah mudah dan mungkin sekali dalam proses pembelajaran bisa saja tidak mencapai tujuan yang diharapkan yang disebabkan adanya kesalahan dalam menggunakan metode, strategi, pendekatan ataupun kesalahan dalam memilih model pembelajaran. Situasi pembelajaran yang bermasalah itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh penulis sehingga mendorong untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas. Saat ini siswa kelas VIII A di SMP Negeri 23 Malang berjumlah 36 siswa dengan perincian 9 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran ketika melaksanakan PPL dan data hasil tes siswa pada materi “ Lingkungan Hidup” pemahaman siswa kelas VIII A menunjukan kemampuan rendah dan ini dibuktikan dengan hasil belajr siswa yang tidak mencapai KKM. Kriteria ketuntasan maksimal di SMP Negeri 23 Malang adalah 78. Dari 36 siswa ditemukan 21 orang siswa yang berhasil mencapai KKM 78 dan ada 15 siswa tidak mencapai KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII A mengalami masalah dalam memahami materi “ Lingkungan Hidup”. Rendahnya pemahaman siswa dan hasil belajar siswa terhadap materi “ Lingkungan hidup” tersebut ditandai dengan hal-hal berikut: a) kurang perhatian saat mengikuti kegiatan pembelajaran, b) siswa cepat merasa bosan, c) siswa tidak fokus saat kegiatan pembelajaran berlangsung, d) siswa tidak aktif ketika guru menjelaskan materi, e) siswa sulit membedakan unsur-unsur Lingkungan Hidup abiotik, biotik, dan sosial budaya, f) siswa sulit mengidentifikasi bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup, g) siswa sulit memberikan upaya untuk menanggulangi kerusakan lingkungan hidup, h) siswa masih bingung melaksanakan perintah guru, i) siswa tidak banyak yang mengajukan pertanyaan, j) siswa tidak berani memberikan petanyaan, k) jawaban siswa masih jauh dari konsep materi yang telah disampaikan, l) siswa kurang respon ketika mengerjakan LKS, m) Hasil tes siswa sebagian besar tidak mencapai KKM Rendahnya pemahaman siswa pada materi “ Lingkungan Hidup” merupakan sebuah masalah yang sangat penting. Jika masalah ini tidak segera diperbaiki akan mengakibatkan pengetahuan siswa yang rendah dan tidak bisa memahami betapa pentingnya lingkungan hidup bagi keberlangsungan hidup manusia. Bukan hanya itu bagi guru juga dinilai tidak berhasil untuk mendidik anak didiknya dan menunjukan minimnya keprofesionalan seorang guru serta bagi sekolah yang merupakan lembaga pendidikan juga dapat merosotnya mutu dan prestasi sekolah tersebut. Selama ini, guru menyajikan pembelajaran tentang materi “ Lingkungan Hidup” hanya dengan menggunakan metode ceramah bervariasi dan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi yang dibawakan serta penugasan tanpa refleksi sehingga siswa tidak aktif dan tidak mendapat pengalaman belajar yang bermakna sesuai dengan konteks kehidupan dan pengalamannya sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman dan hasil belajar siswa perlu ditingkatkan. Menyadari belum optimalnya pemahaman siswa terhadap materi “ Lingkungan Hidup” yang ditandai dengan rendahnya hasil belajar siswa berdasarkan hasil tes yang menunjukan 69,4% siswa yang berhasil mencapai KKM yang telah ditetapkan, menuntut guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran, agar pemahaman dan hasil belajar siswa terhadap materi “ Lingkungan Hidup” meningkat. Model pembelajaran yang tepat tentu peserta didik akan lebih mudah dalam menerima pengetahuan yang diberikan oleh seorang pendidik dalam hal ini adalah guru. Oleh karena itu seorang guru harus selalu berusaha memilih model pembelajaran yang setepat-tepatnya, yang dipandang lebih efektif dari pada model -model lainnya sehingga kecakapan dan pengetahuan yang diberikan oleh guru benar-benar menjadi milik peserta didik. Salah satu upaya guru untuk memperbaiki/ meningkatkan pemahamanan siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tentan materi “ Lingkungan Hidup” adalah dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah sudah menggunakan ICT dalam menggunakan Power Point atau software yang lain. Sedangkan menurut Zainal Aqip model pembelajaran Picture and picture adalah model pemebelajarn ini seperti halnya model pemebelajarn Example non Example namun contoh pada model pembelajaran ini lebih meneakankan pada gambar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran ini lebih ditekankan pada gambar yang diurutkan secara logis. Model pembelajaran Picture And Picture dipilih dan digunakan sebagai solusi dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tentang materi “ Lingkungan Hidup” karena, dengan menyajikan media gambar siswa dengan mudah merespon dan memahami materi. Dengan demikian model pembelajaran Picture And Picture disini menjadi solusi bagi peneliti karena dengan model ini dapat; a) Mampu meningkatkan perhatian saat mengikuti kegiatan pembelajaran,b) Siswa berangkat dari suatu devinisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsep dengan lebih mendalam dan komplek, c) Siswa ikut terlibat dalam sutu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari Picture And Picture, d) Siswa tidak cepat bosan dalam kegiatan pembelajaran, e) Siswa fokus saat kegiatan pembelajaran berlangsung, f) Siswa aktif ketika guru menjelaskan materi, g) siswa mampu menganilis media yang digunakan, h) siswa berani mengukapakan tanggapan terkait dengan materi yang disampaikan. Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui apakah ada peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas VIII A di SMP Negeri 23 Malang dengan menerapkan model pembelajaran “Picture And Picture” pada materi lingkungan hidup dengan menuangkan dalam suatu laporan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatan Pemahaman Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A Pada Materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, penulis merumusskan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Apakah penerapan model pembelajaran Picture And Picture dapat meningkatan pemahaman siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup di SMPN 23 Malang? 2. Apakah penerapan model pembelajaran Picture And Picture dapat meningkatan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup di SMPN 23 Malang? 3. Apakah penerapan model pembelajaran Picture And Picture dapat meningkatan pemahaman dan hasil belajar Siswa VIII A pada materi Lingkungan Hidup di SMPN 23 Malang? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penulisan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture dapat Meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang! 2. Dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture dapat Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang? 3. Dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture dapat Meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang! D. Manfaat Penelitian Setelah hasil penelitian ini didapatkan, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat: 1. Manfaat teori Secara teoritik manfaat penelitian ini dapat memberi tambahan pengetahuan tentang pemahaman, hasil belajarsiswa, model pembelajaran Picture and Picture. Kajian mendalam dari penelitian ini akan mengkonstruksi pengetahuan agar lebih mendapatkan informasi dan data dalam kajian teorinya. 2. Manfaat Praktis Adapun manfaat praktisnya adalah sebagai berikut: a) Bagi guru Untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran “ Lingkungan Hidup” sehingga siswa mendapatkan hasil di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). b) Bagi siswa Sebagai motivasi meningkatkan hasil belajar dalam memahami materi “ Lingkungan Hidup” c) Bagi kepala sekolah Hasil penelitian ini mampu mengetahui tingkat kemajuan akan mutu dan kualitas pembelajaran mata pelajaran IPS pada materi “ Lingkungan Hidup” di kelas VIII A d) Bagi peneliti Diharapkan hasil penelitian sebagai batu loncatan ke depan dalam mempersiapkan diri dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru IPS. Persiapan yang baik dalam menggunakan model pembelajaran menjadi modal berharga untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam kegiatan pembelajaran. E. Defenisi Operasional 1. Model pembelajaran Picture and Picture Adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. 2. Pemahaman siswa Adalah bahwa pemahaman adalah suatu proses, cara memahami, cara mempelajari baik-baik supaya paham dan pengetahuan banyak. setelah siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka mengharuskan adanya bukti untuk menghubungi yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. 3. Hasil belajar siswa Adalah perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar mengajar berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Hasil belajar siswa dapat diketahui dari pengukuran, hasil belajar tersebut dapat diukur dengan mengadakan penilaian yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan tes. 4. Materi Lingkungan hidup Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. F. Batasan Masalah 1. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa SMP Negeri 23 Malang kelas VIII A pada semester II tahun ajaran 2013/2014 2. Materi yang diberikan: a) Pengertian Lingkungan hidup, dan unsure-unsur lingkungan yang meliputi unsure biotic, unsure abiotik dan unsure social budaya. b) Bentuk-bentuk kerusakan lingkunngan hidup dan faktor-faktor penyebabnya c) Upaya pelestarian lingkungan

gjkghfhjocjkv