Selasa, 15 April 2014

bab i

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kunci utama dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan di masa yang akan datang. Pendidikan merupakan media yang sangat berpengaruh untuk memperbaiki kondisi sekarang maupun di masa yang akan datang. Di samping itu pendidikan merupakan masalah yang amat kompleks dan teramat penting, karena menyangkut macam-macam sektor kehidupan, bagi pemerintah dan rakyat. Oleh karena itu diperlukan pemecahan permasalahannya secara terpadu. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik. Peranan tersebut diharapkan dapat menghasilkan manusia-manusia yang berkualitas di bidang ilmu pengetahuan. Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kegiatan proses pembelajaran. Kegiatan proses pembelajaran akan berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Sasaran utama dari proses pembelajaran terletak pada proses belajar peserta didik. Mengingat pembelajaran adalah suatu usaha untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi belajar siswa. Berbagai komponen pendidikan yang ada di sekolah harus berlangsung secara optimal. Bagian yang menjadi komponen pendidikan meliputi: peserta didik, lingkungan pendidikan, alat pendidikan, metode pendidikan dan isi pendidikan semuanya harus diarahkan kepada satu visi yaitu tujuan pendidikan. Pembelajaran yang ideal merupakan konteks interaksi yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar (learning experience) dalam rangka menumbuhkembangkan potensinya, mental intelektual, emosional, fisik yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Proses ini menunjukkan adanya peristiwa yang memungkinkan terjadinya aktivitas siswa dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai dan guru perlu membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, memahami nilai - nilai dan sarana mengeksplorasi kemampuannya. Dalam proses pembelajaran peran guru sebagai pengelola yang bertanggung jawab merencanakan program pembelajaran berdasarkan pedoman yang berlaku, menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa, melaksanakan kegiatan pembelajaran sekaligus mengorganisasikan sumber-sumber belajar yang memungkinkan tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Namun demikian untuk mencapai keberhasilan pembelajaran tidaklah mudah dan mungkin sekali dalam proses pembelajaran bisa saja tidak mencapai tujuan yang diharapkan yang disebabkan adanya kesalahan dalam menggunakan metode, strategi, pendekatan ataupun kesalahan dalam memilih model pembelajaran. Situasi pembelajaran yang bermasalah itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh penulis sehingga mendorong untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas. Saat ini siswa kelas VIII A di SMP Negeri 23 Malang berjumlah 36 siswa dengan perincian 9 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran ketika melaksanakan PPL dan data hasil tes siswa pada materi “ Lingkungan Hidup” pemahaman siswa kelas VIII A menunjukan kemampuan rendah dan ini dibuktikan dengan hasil belajr siswa yang tidak mencapai KKM. Kriteria ketuntasan maksimal di SMP Negeri 23 Malang adalah 78. Dari 36 siswa ditemukan 21 orang siswa yang berhasil mencapai KKM 78 dan ada 15 siswa tidak mencapai KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII A mengalami masalah dalam memahami materi “ Lingkungan Hidup”. Rendahnya pemahaman siswa dan hasil belajar siswa terhadap materi “ Lingkungan hidup” tersebut ditandai dengan hal-hal berikut: a) kurang perhatian saat mengikuti kegiatan pembelajaran, b) siswa cepat merasa bosan, c) siswa tidak fokus saat kegiatan pembelajaran berlangsung, d) siswa tidak aktif ketika guru menjelaskan materi, e) siswa sulit membedakan unsur-unsur Lingkungan Hidup abiotik, biotik, dan sosial budaya, f) siswa sulit mengidentifikasi bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup, g) siswa sulit memberikan upaya untuk menanggulangi kerusakan lingkungan hidup, h) siswa masih bingung melaksanakan perintah guru, i) siswa tidak banyak yang mengajukan pertanyaan, j) siswa tidak berani memberikan petanyaan, k) jawaban siswa masih jauh dari konsep materi yang telah disampaikan, l) siswa kurang respon ketika mengerjakan LKS, m) Hasil tes siswa sebagian besar tidak mencapai KKM Rendahnya pemahaman siswa pada materi “ Lingkungan Hidup” merupakan sebuah masalah yang sangat penting. Jika masalah ini tidak segera diperbaiki akan mengakibatkan pengetahuan siswa yang rendah dan tidak bisa memahami betapa pentingnya lingkungan hidup bagi keberlangsungan hidup manusia. Bukan hanya itu bagi guru juga dinilai tidak berhasil untuk mendidik anak didiknya dan menunjukan minimnya keprofesionalan seorang guru serta bagi sekolah yang merupakan lembaga pendidikan juga dapat merosotnya mutu dan prestasi sekolah tersebut. Selama ini, guru menyajikan pembelajaran tentang materi “ Lingkungan Hidup” hanya dengan menggunakan metode ceramah bervariasi dan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi yang dibawakan serta penugasan tanpa refleksi sehingga siswa tidak aktif dan tidak mendapat pengalaman belajar yang bermakna sesuai dengan konteks kehidupan dan pengalamannya sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman dan hasil belajar siswa perlu ditingkatkan. Menyadari belum optimalnya pemahaman siswa terhadap materi “ Lingkungan Hidup” yang ditandai dengan rendahnya hasil belajar siswa berdasarkan hasil tes yang menunjukan 69,4% siswa yang berhasil mencapai KKM yang telah ditetapkan, menuntut guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran, agar pemahaman dan hasil belajar siswa terhadap materi “ Lingkungan Hidup” meningkat. Model pembelajaran yang tepat tentu peserta didik akan lebih mudah dalam menerima pengetahuan yang diberikan oleh seorang pendidik dalam hal ini adalah guru. Oleh karena itu seorang guru harus selalu berusaha memilih model pembelajaran yang setepat-tepatnya, yang dipandang lebih efektif dari pada model -model lainnya sehingga kecakapan dan pengetahuan yang diberikan oleh guru benar-benar menjadi milik peserta didik. Salah satu upaya guru untuk memperbaiki/ meningkatkan pemahamanan siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tentan materi “ Lingkungan Hidup” adalah dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah sudah menggunakan ICT dalam menggunakan Power Point atau software yang lain. Sedangkan menurut Zainal Aqip model pembelajaran Picture and picture adalah model pemebelajarn ini seperti halnya model pemebelajarn Example non Example namun contoh pada model pembelajaran ini lebih meneakankan pada gambar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran ini lebih ditekankan pada gambar yang diurutkan secara logis. Model pembelajaran Picture And Picture dipilih dan digunakan sebagai solusi dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tentang materi “ Lingkungan Hidup” karena, dengan menyajikan media gambar siswa dengan mudah merespon dan memahami materi. Dengan demikian model pembelajaran Picture And Picture disini menjadi solusi bagi peneliti karena dengan model ini dapat; a) Mampu meningkatkan perhatian saat mengikuti kegiatan pembelajaran,b) Siswa berangkat dari suatu devinisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsep dengan lebih mendalam dan komplek, c) Siswa ikut terlibat dalam sutu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari Picture And Picture, d) Siswa tidak cepat bosan dalam kegiatan pembelajaran, e) Siswa fokus saat kegiatan pembelajaran berlangsung, f) Siswa aktif ketika guru menjelaskan materi, g) siswa mampu menganilis media yang digunakan, h) siswa berani mengukapakan tanggapan terkait dengan materi yang disampaikan. Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui apakah ada peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas VIII A di SMP Negeri 23 Malang dengan menerapkan model pembelajaran “Picture And Picture” pada materi lingkungan hidup dengan menuangkan dalam suatu laporan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatan Pemahaman Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A Pada Materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, penulis merumusskan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Apakah penerapan model pembelajaran Picture And Picture dapat meningkatan pemahaman siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup di SMPN 23 Malang? 2. Apakah penerapan model pembelajaran Picture And Picture dapat meningkatan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup di SMPN 23 Malang? 3. Apakah penerapan model pembelajaran Picture And Picture dapat meningkatan pemahaman dan hasil belajar Siswa VIII A pada materi Lingkungan Hidup di SMPN 23 Malang? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penulisan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture dapat Meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang! 2. Dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture dapat Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang? 3. Dengan menerapkan model pembelajaran Picture and Picture dapat Meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi Lingkungan Hidup Di SMPN 23 Malang! D. Manfaat Penelitian Setelah hasil penelitian ini didapatkan, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat: 1. Manfaat teori Secara teoritik manfaat penelitian ini dapat memberi tambahan pengetahuan tentang pemahaman, hasil belajarsiswa, model pembelajaran Picture and Picture. Kajian mendalam dari penelitian ini akan mengkonstruksi pengetahuan agar lebih mendapatkan informasi dan data dalam kajian teorinya. 2. Manfaat Praktis Adapun manfaat praktisnya adalah sebagai berikut: a) Bagi guru Untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran “ Lingkungan Hidup” sehingga siswa mendapatkan hasil di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). b) Bagi siswa Sebagai motivasi meningkatkan hasil belajar dalam memahami materi “ Lingkungan Hidup” c) Bagi kepala sekolah Hasil penelitian ini mampu mengetahui tingkat kemajuan akan mutu dan kualitas pembelajaran mata pelajaran IPS pada materi “ Lingkungan Hidup” di kelas VIII A d) Bagi peneliti Diharapkan hasil penelitian sebagai batu loncatan ke depan dalam mempersiapkan diri dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru IPS. Persiapan yang baik dalam menggunakan model pembelajaran menjadi modal berharga untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam kegiatan pembelajaran. E. Defenisi Operasional 1. Model pembelajaran Picture and Picture Adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. 2. Pemahaman siswa Adalah bahwa pemahaman adalah suatu proses, cara memahami, cara mempelajari baik-baik supaya paham dan pengetahuan banyak. setelah siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka mengharuskan adanya bukti untuk menghubungi yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. 3. Hasil belajar siswa Adalah perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar mengajar berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Hasil belajar siswa dapat diketahui dari pengukuran, hasil belajar tersebut dapat diukur dengan mengadakan penilaian yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan tes. 4. Materi Lingkungan hidup Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. F. Batasan Masalah 1. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa SMP Negeri 23 Malang kelas VIII A pada semester II tahun ajaran 2013/2014 2. Materi yang diberikan: a) Pengertian Lingkungan hidup, dan unsure-unsur lingkungan yang meliputi unsure biotic, unsure abiotik dan unsure social budaya. b) Bentuk-bentuk kerusakan lingkunngan hidup dan faktor-faktor penyebabnya c) Upaya pelestarian lingkungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar